Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bertekat
memayungi seluruh sekolah dengan kebudayaan, khusunya yang ada di daerah
setempat. Komitmen tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Joko
Widodo (Jokowi) yang meminta mendikbud merumuskan pembentukan konsep
kebudayaan nasional melalui sekolah-sekolah, Rabu (31/8).
"Mari menjadikan seluruh sekolah dipayungi kebudayaan," kata Muhadjir
saat memberikan sambutan pembukaan Malang Art Week di Pendopo Kabupaten
Malang, Jawa Timur, Jumat (2/9) lalu.
Ia mengajak kalangan budayawan dan seniman di Kota dan Kabupaten Malang
kembali mendatangi sekolah-sekolah untuk mengenalkan kebudayaan daerah
pada anak-anak, khususnya tingkat SD. Ia juga mengimbau pada orang tua
agar mengajak anaknya mendatangi sanggar budaya dan mengenalkan budaya
luhur bangsa.
Mendikbud bahkan berencana memperbanyak aktivitas kebudayaan bagi anak
SD, tidak melulu belajar akademik di kelas. Hal tersebut, ia
menjelaskan, sebagai salah satu upaya menjadikan sekolah sebagai tempat
yang menggembirakan dan menjadi rumah kedua untuk siswa.
"Saya tak bisa berbuat banyak tanpa dukungan pemerintah daerah (pemda),
kreator cerdas, budayawan di Malang. Kita bawa budaya ke kejayaan,"
tutur Muhadjir.
Ia meyakini, dengan menanamkan nilai
kebudayaan pada siswa SD dan SMP, akan muncul gerasi lebih hebat pada
2045 saat Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan. "Kita bisa
jadikan orang tua mulia, jika bisa melahirkan gererasi yang hebat," ujar
dia.
Menurutnya, generasi 2045 yang kuat bisa bersaing dan berkompetisi
dengan bangsa internasional. Namun, ia berujar, apabila gagal mencetak
generasi 2045 yang tangguh, artinya sudah ada pemotongan generasi.
"Kalau tidak, akan ada generasi lemah, lembek dan bangsa kita jadi
jajahan bangsa lain. Saya yakin Malang Raya akan menempatkan budaya Jawa
Timur jadi ruh budaya pendidikan di se-Jatim," tuturnya.
Sumber: http://www.republika.co.id


EmoticonEmoticon